Wednesday, 20 November 2013

Unless you can read God's mind!

"Gw kemarin ke pengajian, terus ustadz bilang kalau memang kejadian super typhoon atau yg lebih dikenal dengan typhoon Haiyan sudah selayaknya menimpa daerah itu. Sudah terlalu banyak HIV didaerah itu, maksiat dan banyak orang yang gak benar di daerah itu. Jadi memang sudah sepantasnya itu buat mereka." kata seorang teman kantor membuka pembicaraan disaat lagi gak ada kerjaan.

Entah kenapa, saya benar2 kesal dengn cerita dari teman saya ini. Bukan krn saya benci agama tertentu, namun krn saya merasa tidak sepantasnya seorang pemuka agama beropini seperti itu.

Buat saya itu, hal yang ngga fair karena kita tidaktau latar belakang para korban. Namanya musibah, ya musibah. Gak milih2 orang dan tempat. Sama halnya kalau ada kebakaran di kampung A terus kita bilang, sudah sewajarnya terjadi kebakaran disitu karena disana banyak pengedar narkoba. Kita lupa bahwa didaerah sekitar itu banyak org2 baik yg kecipratan api juga dan ikut jadi. 

Bisa kah anda menerima pernyataan yg sama saat (amit amit) saudara anda meninggal karena kecelakaan, kemudian ada org yg bilang kalau mereka layak atas kecelakaan itu krn ini dan itu?

Begitu pula halnya dengan musibah typhoon yg menimpa org2 di bagian selatan Filipina. Saya tidak bisa menerima pernyataan yg seakan2 menyudutkan korban bencana secara keseluruhan hanya karena...... Ha I Ve? 

Ingat!
1. Pemuka agama bukan Tuhan
2. Tidak sepantasnya pemuka agama menghakimi orang yg terkena musibah karena... (Baca nomor 1)

Ps. Tulisan ini bukan menyudutkan satu agama. Namun saya berbicara ini secara general bahwa pemuka agama, agama apapun agar sebijak mungkin dlm "menyimpulkan" sesuatu..

Tertanda,
Adam

No comments:

Post a Comment